
Perkembangan teknologi komunikasi data
Semakin handalnya kualitas media transmisi, transmisi sinyal elektrik membutuhkan sebuah media transmisi yang normalnya membentuk jalur transmisi. Tipe media transmisi sangat penting untuk ditentukan pada awal pembentukan jalur komunikasi karena mempengaruhi jumlah maksimum bit ( binary digit) yang dapat ditransmisikan (biasanya disebut dengan bps).
Jenis media transmisi yang ada saat ini antara lain:
a. Two Wire Open Line, adalah jenis media transmisi yang paling sederhana. Masing-masing wire diinsulasi dari wire lainnya, dan semuanya berada dalam keadaan terbuka. Tipe ini cukup untuk menghubungkan peralatan komunikasi sampai 50 meter menggunakan modem dengan bit rate yang lebih kecil dari 19,2 kbps. Walaupun two wire open line dapat digunakan untuk menghubungkan dua komputer secara langsung, namun jenis ini biasanya malah dipakai untuk menghubungkan sebuah komputer ke DCE (Data Circuit terminating Equipment) seperti modem.
b. Twisted Pair Line, dengan kabel ini kita dapat memperoleh imunitas terhadap beberapa derau (noise) yang lebih baik dengan menggunakan twisted pair line. Twisted pair line cocok dipakai untuk bit rate sampai 1 Mbps dengan jarak kurang dari 100 meter. Tapi, jika hendak memakai rangkaian driver dan penerima yang baik, bit rate dan jarak yang bisa dihubungkan akan bertambah besar. Twisted pair line terbagi atas dua jenis, yaitu UTP (Unshielded Twisted Pair), yang digunakan untuk jaringan telepon dan aplikasi komunikasi data, yang satunya lagi adalah STP (Shielded Twisted Pair), yaitu UTP yang dibungkus dengan lapisan satu lapisan terluar, biasanya dipakai untuk mengurangi efek yang terjadi karena interferensi sinyal
c. Kabel Coaxial, faktor batasan utama yang terdapat pada twisted pair line antara lain kapasitas bit rate dan adanya fenomena skin effect . Kabel coaxial dapat digunakan untuk sejumlah sinyal yang berbeda, tapi biasanya kapasitas bit rate maksimum yang dapat dilewatkan adalah 10 Mbps untuk jarak kurang dari 1 km, atau bila ingin mendapatkan jarak yang lebih jauh maka teknik modulasi yang baik diperlukan.
d. Serat Optik, kabel serat optik berbeda dari jenis media transmisi yang telah disebutkan di atas. Hal ini lebih ditandai pada proses pengangkutan informasi yang ditransmisikan dalam bentuk percikan cahaya (beam of light) pada serat kaca. Gelombang cahaya mempunya bandwidth yang lebih besar dari pada gelombang elektrik. Hal ini menyebabkan kabel serat optik dapat membawa bit rate transmisi sampai ratusan Mbps
e. Radio, frekuensi terendah dari gelombang radio juga bisa digunakan untuk menggantikan sambungan kabel yang fixed untuk jarak yang tidak terlalu jauh dengan memakai transmitter dan receiver yang sesuai. Sebagai contoh, untuk menghubungkan banyak komputer terdistribusi yang dipakai untuk memperoleh data di rural area ke komputer utama, biasanya dipakai transmisi gelombang radio. Kondisi yang mahal untuk memasang wire line yang fixed untuk aplikasi sementara seperti itu, sedangkan transmisi gelombang radio yang sering disebut wireless communication bisa dipakai
f. Gelombang Mikro Teresterial, secara luas digunakan untuk menyediakankomunikasi yang ketika secara praktis media transmisi secara fisik terlalu mahal untuk dipasang. Karena gelombang mikro berjalan sepanjang atmosfir bumi, maka gangguan akibat beberapa faktor rentan terjadi. Walau demikian, komunikasi menggunakan gelombang mikro yang menyusuri atmosfir bumi, ini dapat dipakai hubungan handal (reliable) sampai sejauh 50 km
g. Satelit, saat ini data dapat ditransmisikan juga melalui sistem satelit. Data yang telah dimodulasi diterima dan dikirim ulang (relay) ke tujuan yang dimaksud menggunakan rangkaian terpasang yang dikenal dengan sebuah transfonder. Sebuah satelit terdiri dari beberapa transponder, yang masing-masing meliputi pita frekuensi tertentu (custom band frekuensi). Sebuah satelit bisa mempunya bandwidth yang mencapai 500 MHz, dan dapat menyediakan ratusan saluran data yang mempunyai bit rate tinggi dengan menggunakan teknik multipleksing. Satelit yang biasa digunakan untuk tujuan komunikasi adalah geostasionery (stasiun bumi). Satelit ini mengitari bumi sekali setiap 24 jam, sehingga sinkron dengan rotasi bumi.
2. Teknologi Sistem Kompresi yang semakin berkembang
Beberapa tahun belakangan ini, kita sudah bisa melihat perkembangan yang sangat cepat dalam bidang algoritma kompresi untuk mengurangi bit rate. Perkembangan di bidang ini, misalnya dapat mendukung keberadaan transmisi voice yang hanya 5,3 kbps, yang berarti terjadi pengurangan yang signifikan terhadap jumlah bit yang dikirimkan bila dibandingkan dengan metode PCM beberapa puluh tahun lalu dengan menggunakan 64 kbps
3. Perkembangan teknologi pemrosesan data
•Peningkatan kecepatan pemrosesan
•Penurunan biaya pemrosesan
4. Latar belakang perkembangan bisnis:
•Persaingan di bidang bisnis telekomunikasi
•Tuntutan konsumen akan biaya komunikasi yang murah
5.Efisiensi penggunaan media transmisi
Sementara itu, keuntungan berkomunikasi voice atau fax dengan menggunakan jaringan data adalah:
•Efisiensi alokasi bandwidth
•Kemampuan untuk menggunakan metode •kompresi suara
•Menekan biaya penggunaan
•Kemampuan menggunakan single interface
•Meningkatkan keandalan (reliability) jaringan komputer